Ditulis oleh : Nanu P A. Lihat tulisan serupa di Cepu Community
Entah mengapa?, tiba – tiba saja hari ini Aku teringat peristiwa 4 tahun yang lalu. Peristiwa yang mungkin tak akan lekang sehelaipun dari ingatan ini. Persitiwa tersebut yang membuat Aku sedikit berubah dalam menapaki kehidupan pada waktu itu. Sebuah peristiwa yang sempat menyita perhatian fungsi kerja otak yang bekerja sebagaimana mestinya. Sepertinya hanya peristiwa itulah yang mententori bahwa sesuatu yang mustahil dijamah akal pikir manusia pada umumnya, bisa saja terjadi di dunianya yang nyata.Peristiwa tersebut terjadi di pagi hari, pada waktu anak – anak sekolah sedang menikmati teriknya mentari sambil mengangkat tangan kanannya, tanda hormat saat pengibaran bendera merah putih. Pada waktu karyawan – karyawan perusahaan swasta sedang menikmati bertumpuk – tumpuk pekerjaan baru yang diterima dari bosnya yang perfeksionis, meskipun kopi pahit yang tersuguh terlebih dahulu ketika serah – terima tugas. Dan pada waktu Pak Sastro sedang melangkah terseok – seok kepayahan, mendorong becaknya yang bermuat 2 ibu gembrot yang sedang membawa 2 anaknya yang gembrot pula menyusuri bukit Nggombel setelah memborong belanjaan dari pasar Jatingaleh. Mungkin saja peristiwa tersebut lebih berharga daripada menang undian mendapat rumah gedong dengan segala kelengkapan fasilitas di dalamnya. Demikian pula memiliki mobil mewah terbaru keluaran pabrikan Eropa. Apalagi jika dibandingkan dengan dikelilingi 2 atau 3 cewek semlohai dengan pakaian yang amat minim sekali di kafe Batavia, bener – bener tidak bisa dibandingkan peristiwa itu, meskipun mendapatkan harta karun segudang emas sekalipun. Baca terus →